Cara menghasilkan uang dari blog

Sabtu, 15 April 2017

TERHALANG OLEH SEBUAH JURANG

Ada seorang sufi , melakukan perjalanan menuju ke Tanah suci ...
Tetapi di tengah2 perjalanannya , terpaksa ia harus terhenti .. karena ada sebuah jurang yang dalam dan juga lebar membentang di depannya .. dan ia pun menjadi tertegun sesaat , dan berfikir "Bagaimanakah caraku bisa melewati jurang ini sehingga ku dapat melanjutkan perjalanan ... sedangkan ini cumajalan satu2nya ....
Tiba2 , ia melihat tak jauh dari situ ada sekelompok orang yang sedang membangun sebuah jembatan , dan salah seorang dari mereka berteriak memanggil sufi tersebut " wahai hendak kemanakah dirimu ? ... dan sufi itu menjawab " aku hendak ke tanah suci , tapi karena adanya jurang yang ada di depan itu , .. aku jadi tak tahu bagaimana harus melewatinya ...
Lalu orang tersebut berkata " kami semua juga sama sepertimu ... kami hendak ke tanah suci tapi terhalang oleh jurang tersebut , sehingga sejak itu kami semua berusaha membangun jembatan ini agar bisa melewati jurang itu ... dan engkau juga , sebaiknya membantu kami agar pekerjaan kita cepat selesai ...
Sufi itu pun bertanya " kalau boleh tahu , sudah berapa lamakah kalian mulai membangun jembatan tersebut .. dan kira2 kapan akan bisa selesai ? ...
orang itu menjawab " entahlah , kapan pekerjaan kami akan bisa selesai .. padahal kami memulai pekerjaan ini sudah sejak bertahun2 yang lalu , tapi entah kenapa belum selesai juga ... tiap kali kami kira sudah selesai , ternyata ada saja beberapa hal yang ternyata belum selesai dan terganggu ...
Sufi itu lalu menyadari sesuatu dan berfikir " Ya Allah ... ini tak kan pernah bisa selesai walau mereka terus mengerjakannya selama bertahun2 lagi , dan andai kata aku saat ini turut membantu dan bergabung dengan mereka , tentu perjalananku lah yang akan selesai sampai di sini ...
Tapi bagaimana dengan jurang tersebut ?? ... jika aku nekat melewatinya , maka logikanya aku pasti akan jatuh dan mati ....
Tapi itu hanya Logika ... padahal hidup tak cukup hanya dengan mengandalkan logika ... sedangkan Allah SWT maha kuasa atas segala sesuatunya ...
Bismillah .. aku harus tetap berjalan , tak peduli jurang itu membentang di depanku , karena mungkin ini hanya bagian dari ujian perjalananku saja .... dan jika Allah SWT menghendaki aku selamat , maka niscaya aku pasti akan selamat ... ataupun sebaliknya ...
Maka dengan tekad yang kuat di sertai keyakinan , sufi itu terus berjalan , dan terjadilah sebuah ke ajaiban , ....
Sufi itu bisa berjalan melayang di udara melewati jurang tersebut ... :-)
Di kisah lain di ceritakan , ada seorang sufi yang hendak mencari dan membangun tempat yang tenang di sebuah hutan di mana di tempat itu nanti ia bisa beribadah dengan tenang ...
maka berangkatlah ia ke tengah hutan dan sesampainya di sana ia mulai mengumpulkan kayu2 dan bahan lainnya untuk membangun pondokan / tempat di mana ia bisa beribadah ...
Dan setelah menghabiskan waktu yang lama , maka selesailah tempat itu .. sebuah gubuk bambu yang bersih dan nyaman ... dan ia pun mulai hendak memasukinya ....tetapi .....
Tiba2 dari kejauhan datanglah dengan berlari seekor banteng liar mengamuk dan menabrak ke sana kemari memporak-porandakan semuanya termasuk gubuk sang sufi itu hingga rata dengan tanah ...
sufi itu pun sedih , dan mulai berusaha membangun lagi dengan waktu yang cukup lama .. hingga akhirnya selesai ... tetapi ... kali ini tiba2 datanglah cuaca alam yang sangat extrim , hujan badai yang juga memporak porandakan semuanya termasuk gubuk sang sufi tersebut ...
dan begitulah seterusnya , tiap kali sufi itu membangun gubuk , selalu saja ada hal yang terjadi yang memporak-porandakan semuanya ...
Lalu akhirnya sufi itu sadar " Ya Allah , .. kalau terus2an seperti ini , lalu kapan aku bisa beribadah padaMu dengan tenang ? mungkin ini hanya ujian dan peringatan dari Mu ... mungkin memang seharusnya aku tidak menunggu untuk memiliki gubuk dulu baru bisa beribadah ... :-(
IN ENGLISH :
There is a Sufi, make the trip to the Holy Land ...
But in his journey, he was forced to be halted .. because there is a deep chasm too wide and stretched in front of him .. and he would be stunned for a moment, and think, "How can the way I get through this gap so that can continue my journey ... while this is the only way ....
Sudenly, he saw not far away was a group of people who are building a bridge, and one of them shouted for the Sufi "intend, O where are you? ... and Sufi replied" I'm going to the holy land, but because of the gulf in front of it, .. I so do not know how to go through it ...
Then the man said, "we all also just like you ... we are going to the holy land but is blocked by the gap, so since we are all trying to build this bridge in order to get past the abyss ... and you, too, should help us to work we quickly finished ...
Sufi was also asked "if I may know, how long do you start to build the bridge .. and when it will be finished? ...
the man replied "I do not know, when our work will be completed .. when we started this work already since many years ago, but somehow it has not been completed as well ... every time we think it is finished, it turns out there are just some things that had not yet finished and disturbed ...
Sufi was then realizes something and think "Oh God ... this will never be able to finish even though they continue working on it for many years again, and if I said this time to help and join with them, of my journey was to be done here. ..
But what about the gap ?? ... if I was desperate to pass through it logically I'd fall and die ....
But it is only logic ... when life is not enough just to rely on logic ... while Allah has power over all things ...
Bismillah .. I had to keep running, no matter the gorge was stretched out before me, because maybe this is just part of the journey alone exam .... and if Allah willed I survived, then surely I would have survived ... or vice versa .. ,
So with a strong determination accompanied by belief, Sufis it continues to run, and there was a the miracle ....
Sufi was able to walk floated in the air passing through the ravine ... :-)
In another story is told, there was a Sufi who have sought to build a quiet spot in a forest in the place where he'll be able to worship in peace ...
then he went into the woods, and when he got there he began collecting woods and other materials to build huts / place where he can worship ...
And after spending a long time, then finished the place was .. a bamboo hut which was clean and comfortable ... and he started going to enter it .... but .....
sudenly from a distance came the wild bull ran amok and crashing to and fro devastated everything including the saint's hut to the ground ...
Sufi was also sad, and began to try to rebuild with a long time .. until finally finished ... but ... this time sudenly came very extreme natural weather, storm also brought disorder to everything including the mystic of the hut. ..
And so on, every time sufi build a hut, there is always something happening which ravaged everything ...
Then finally Sufi realized "God, .. if always like this, then when can I worship Thee in peace? Maybe this is just a test and warning of Mu ... maybe rightfully I did not wait to have a new first hut so i can worship

Jumat, 14 April 2017

KISAH PASIR

Dari mata airnya yang nun jauh di gunung sana, sebuah
sungai mengalir melewati apapun di tebing dan ngarai,
akhirnya mencapai padang pasir. Selama ini ia telah berhasil
mengatasi halangan apapun dan sekarang berusaha menaklukkan
halangan yang satu ini. Tetapi setiap kali sungai itu
cepat-cepat melintasinya, airnya segera lenyap di pasir.
Sungai itu sangat yakin, bahwa ia ditakdirkan melewati
padang pasir itu, namun ia tidak bisa mengatasi masalahnya
Lalu, terdengar suara tersembunyi yang berasal dari padang
pasir itu, bisiknya, “Angin bisa menyeberangi pasir, Tapi sungai tak kanbisa.”
Sungai menolak pernyataan itu, ia lalu cepat-cepat
menyeberangi padang pasir, tetapi airnya selalu terserap kedalam pasir : angin
bisa terbang, dan oleh karena itulah ia bisa menyeberangi
padang pasir.
“Dengan menyeberang seperti yang kau lakukan itu, jelas, kau
tak akan berhasil. Kau hanya akan lenyap atau jadi
paya-paya. Kau harus mempersilahkan angin membawamu
menyeberangi padang pasir, ketempat tujuan.”
Tetapi bagaimana caranya? “Dengan membiarkan dirimu terserap
angin.”
Gagasan itu tidak bisa diterima Si Sungai. Bagaimanapun,
sebelumnya ia sama sekali tidak pernah terserap. Ia tidak
mau kehilangan dirinya. Dan kalau dirinya itu lenyap, apakah
bisa dipastikan akan didapatnya kembali?
kata Si Pasir,“Angin menjalankan tugas semacam itu. Ia
membawa air, membawanya terbang menyeberang padang pasir,
dan menjatuhkannya lagi. Jatuh ke bumi sebagai hujan, air
pun menjelma sungai.”
“Bagaimana aku bisa yakin bahwa itu benar?”
“Memang benar, dan kalau kau tak mempercayainya, kau hanya
akan menjadi paya-paya; dan menjadi paya-paya itupun
memerlukan waktu bertahun-tahun berpuluh tahun. Dan
paya-paya itu jelas tak sama dengan sungai, bukan?”
“Tapi, tak dapatkah aku tetap berupa sungai, sama dengan
keadaanku kini?”
“Apapun juga yang terjadi, kau tidak akan bisa tetap berupa
dirimu kini,” bisik suara itu. “Bagian intimu terbawa
terbang, dan membentuk sungai lagi nanti. Kau disebut sungai
juga seperti kini, sebab kau tak tahu bagian dirimu yang
mana inti itu.”
Mendengar hal itu, dalam pikiran Si Sungai mulai muncul
gema. Samar-samar, ia ingat akan keadaan ketika ia –atau
bagian dirinya? –berada dalam pelukan angin. Ia juga
ingat– benar demikiankah? bahwa hal itulah yang nyatanya
terjadi, bukan hal yang harus terjadi.
Dan sungai itu pun membubungkan uapnya ke tangan-tangan
angin yang terbuka lebar, dan yang kemudian dengan tangkas
mengangkatnya dan menerbangkannya, lalu membiarkannya
merintik lembut segera setelah mencapai atap gunung –nun
disana yang tak terkira jauhnya. Dan karena pernah meragukan
kebenarannya, sungai itu ini bisa mengingat-ingat dan
mencatat lebih tandas pengalamannya secara terperinci. Ia
merenungkannya, “Ya, kini aku mengenal diriku yang
sebenarnya.”
Sungai itu telah mendapat pelajaran. Namun Sang Pasir
berbisik, “Kami tahu sebab kami menyaksikannya hari demi
hari; dan karena kami, pasir ini, terbentang mulai dari tepi
pasir sampai ke gunung.”
Dan itulah sebabnya mengapa dikatakan bahwa cara Sungai
Kehidupan melanjutkan perjalanannya tertulis di atas Pasir.
Catatan
Kisah indah ini masih beredar dalam tradisi lisan dalam
pelbagai bahasa, hampir selalu terdengar di kalangan para
darwis dan murid-muridnya.
Kisah ini dicantumkan oleh Sir Fairfax Cartwright dalam
bukunya, Mystic Rose from the Garden of the King ‘Mawar
Mistik dari Taman Raja’ terbit tahun 1899.
Versi ini berasal dari Awad Afifi, orang Tunisia, yang
meninggal tahun 1870.

Selasa, 11 April 2017

HARAPAN ...

HARAPAN ...
Kadang hidup itu seperti menghadapi sebongkah batu yg besar nan keras , dan kita menjadi lelah dan sangat lelahnya hingga hampir putus asa terhadapnya karena berkali2 bahkan puluhan kali kita memukul batu tersebut , namun tiada terpecahkan jua ... maka apalah yg tersisa selain keluh kesah dan juga putus asa ... merasa berat hidup ini ... namun tunggu .. janganlah cepat menyerah dan putus asa dan cobalah kau fahami dan ketahui bahwa di dalam batu nan keras tersebut sesungguhnya tersimpan sesuatu yg amat dan sangat berharga buatmu , sebuah harapan baru ... dan sesuatu yg akan bisa mengubah hidupmu ...
inilah mungkin yg akan bisa kembali membangkitkan gairah dan semangat kita di dalam menjalani kehidupan ...

Dan ketika cahaya Iman itu bersinar sangat terangnya di dalam hati kita , melampau segala penderitaan yg kita rasakan dalam hidup ini ... maka apalah kini arti dari penderitaan .. ? tidak ada ... sungguh , penderitaan akan sirna dalam syukur kita yg makin mendalam pada Allah SWT ...
Bagaikan para wanita yang terpesona oleh ketampanan nabi Yusuf AS sehingga menjadi lupa dan tiada terasa lagi sakitnya teriris jari mereka ...
HOPE ...
Sometimes life is like the face of a big boulder and hard, and we became tired and very tired until almost hopeless for him because even many tens of times we hit the stone, but nevertheless not solved ... then whatever's left besides complaints and also despair ... feel the weight of this alive ... but wait .. do not be quick to give up and despair and you try to understand it and know that in the hard rock nan actually stored something withering and highly valuable to you, a new hope .. , and something that will change your life ...
it is possible that will be able to re-awaken passion and we are in life ...
And when the light shines so bright that faith in our hearts, beyond all the sufferings we experience in this life ... then something is now the meaning of suffering ..? no ... indeed, the suffering will disappear in our gratitude that deepens in Allah ...
Like the woman who enchanted by the beauty nabi Yusuf alaihissalam so that it becomes forgotten and no longer felt the pain cut their fingers

Kamis, 06 April 2017

KEPUTUS ASA AN NABI YUNUS

I remember the story of God's messenger yunus alaihisalam, when he despaired of his people that he was thrown into the sea and swallowed by shark

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)

Jumat, 31 Maret 2017

KISAH IKAN DAN AIR


Kisah Ikan dan Air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, “lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati”.
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “hai, tahukan kamu diman air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu. Si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, ia bertanya kepada ikan sepuh itu, “dimanakah air?”
Jawab ikan sepuh, “tak usah khawatir anakku, air itu telah mengelilingimu, kamu bahkan tidak menyadarinya. Memang benar, tanpa air, kita akan mati.”
Hikmah yang dapat kita petik dari ceita ini, manusia terkadang mengalami situasi seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya bahkan kebahagiaan sedang melingkupi sampai-sampai dia tidak menyadarinya.

Qur'an digital.PNG
Fa bi ayyi ālā'i Rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? 

Rabu, 29 Maret 2017

KUPU-KUPU , SAYAP , ANGIN DAN MATAHARI

kupu-kupu itu sangat indah , dan sayapnya yang sangat sempurna membuatnya bisa terbang ke manapun ia mau .... tetapi tunggu ... ternyata sayap saja tidak akan cukup bisa membuatnya terbang , tanpa adanya angin yang kan menerbangkannya , ... dan angin juga tak kan bisa bertiup tanpa adanya pengaruh dari pada Matahari ...

Lalu , bagaimana kita manusia yang sering kali dengan sombongnya menganggap bisa hidup dan exis tanpa Allah SWT serta melupakan-Nya ? ...